With daily Garuda Indonesia flights to Pinangsori, 

Colours takes a closer look at the historic and natural intrigue of an often-overlooked destination.

Words and photography by Suwandi Chandra

The island of Silabu Na Menek with its impressive 70m-high cliff face.

The island of Silabu Na Menek with its impressive 70m-high cliff face.

Sibolga berada di pesisir barat Sumatera Utara menghadap ke Samudra Hindia. Ratusan tahun lalu pedagang India dan Arab yang mencari hasil bumi untuk diperdagangkan berlayar menyeberangi lautan dan memasuki Sumatera lewat pintu gerbang barat ini.

Passengers on board the glass-bottom boat on the way to Putih Island from KM Nauli.

Passengers on board the glass-bottom boat on the way to Putih Island from KM Nauli.

Kamper berkualitas tinggi yang diekspor lewat pelabuhan terdekatnya, Barus, menarik minat para penjajah. Letaknya yang strategis sebagai salah satu pelabuhan penting membuat desa kecil ini berkembang menjadi pelabuhan dagang, tempat Belanda dan Inggris mendirikan pos-pos dagangnya di abad ke-17.

A local on Putih Island serving fresh coconut to freshen up during the hot day.

A local on Putih Island serving fresh coconut to freshen up during the hot day.

Akhirnya di tahun 1920-an Sibolga menjadi pemukiman utama penduduk Belanda, lengkap dengan jalan, polisi bersenjata, kantor inspektur, kantor pengaturan air, kantor notaris, pusat perdagangan dan juga Pecinan. Pedagang Inggris, Amerika dan Perancis juga sering berlalu-lalang di sini, bahkan dipercaya Stamford Raffles juga pernah singgah sebelum pindah ke Bengkulu hingga akhirnya mendirikan pelabuhan dagangnya sendiri yang kemudian hari menjadi Singapura.

Beberapa tahun menjelang kemerdekaan Indonesia, Sibolga menjadi tempat pecahnya sejumlah perang. Hingga saat ini jejak-jejak sejarah tersebut masih tertinggal. Ada sejumlah reruntuhan benteng tua yang bisa dikunjungi di pusat kota, dan para pencinta sejarah pasti senang berjalan-jalan di sekitar tempat itu untuk membangkitkan kenangan kejayaan maritim di masa lampau. Selain daya tarik sejarahnya, keindahan alam Sibolga pun masih utuh tak tergerus zaman maupun peperangan. Hanya sayangnya (atau malah menguntungkan bagi mereka yang mengetahui keindahan kota ini) Sibolga jarang dianggap sebagai destinasi wisata. Para peselancar dan pencinta pantai melewatkan kota ini dengan langsung menuju Pulau Nias melalui Teluk Sibolga.

Hotel Wisata Indah stands tall right beside the ocean. It has its own beach as well as a private jetty: perfect for island-hopping.

Hotel Wisata Indah stands tall right beside the ocean. It has its own beach as well as a private jetty: perfect for island-hopping.

Namun sebenarnya Sibolga juga menawarkan apa yang dimiliki oleh Pulau Nias tetangganya yang sudah terkenal, malah mungkin lebih, terutama jika Anda lebih suka mengisi liburan dengan berkeliling pulau. Teluk Sibolga, atau dikenal dengan Tapian Nauli (dalam bahasa Batak artinya ‘pantai yang indah’), adalah tempat kapal penumpang bertolak menuju surga selancar di Pulau Nias. Namun di teluk ini juga terdapat beberapa pulau kecil yang letaknya saling berdekatan, dengan karakter dan keindahannya masing-masing.

_SCP6548

Petualangan keliling pulau kali ini dimulai dari Hotel Wisata Indah, yang berdiri dengan gagahnya di tepi samudra dengan akses pribadi langsung menuju ke pantai. Bangunannya sedikit sederhana, namun jika Anda memilih kamar suite di pojok atas, pemandangan matahari terbit dan terbenam yang indah akan terlihat langsung dari jendela Anda. Hotel ini sendiri merupakan alasan utama saya menginap di sini. Saya di kota ini untuk mengikuti mini-cruise. Setelah sarapan, saya menuju pantai hotel dan menaiki perahu berdasar kaca yang terikat di dermaga. Kapal itu akan membawa saya dan beberapa penumpang lainnya ke KM Nauli (www.naulicruise.com), sebuah kapal layar berukuran kecil. Kapal itu tampak sederhana jika dilihat dari luar— kapal tua berlambung baja buatan Amerika. Akan tetapi tampilannya yang antik cocok dengan selera bertualang saya dan hal itu malah membuat kapal itu terlihat berkarakter. Masuklah ke dalamnya, Anda pasti akan terkejut melihat interiornya yang diubah menjadi 7 kabin yang nyaman lengkap dengan kamar mandi dalam. Kapal ini dapat menampung 15 orang dewasa dan jika mau, Anda bisa menyewa keseluruhan kapal untuk menampung grup yang lebih besar.

KM Nauli mini cruise ship, a US-built steel-hull ship.

KM Nauli mini cruise ship, a US-built steel-hull ship.

Walaupun tua, kapal ini menampilkan suasana masa lampau yang mewah dilengkapi dengan area santai berdekorasi panel kayu yang nyaman. Area santainya dilengkapi penyejuk udara dan juga TV berlayar datar yang besar untuk menonton film jika cuaca buruk. Di tempat inilah makanan disajikan, dan jika cuaca di malam hari cukup bersahabat dan sejuk, makan malam dapat dinikmati di dek kapal, ditemani oleh pemandangan laut dan langit malam. Kapal ini pada intinya adalah hotel terapung dengan kualitas pelayanan yang luar biasa.

The crystal-clear waters surrounding beautiful Putih Island.

The crystal-clear waters surrounding beautiful Putih Island.

Pulau pertama yang kami kunjungi adalah Pulau Putih (arti harfiahnya ‘pulau yang putih’), dinamakan begitu karena pasirnya yang berwarna putih. Kami menaiki perahu berdasar kaca untuk mencapai pantai dan kali ini yang tampak bukanlah pasir yang dangkal namun suguhan tampilan warnawarni terumbu karang yang jaraknya sangat dekat dengan permukaan air, lengkap dengan penghuni karangnya. Setelah kami menginjak pantai, saya siap untuk bersnorkelling, dan untungnya para awak kapal siap dengan peralatan selam dan snorkelling juga instruktur selam yang bersertifikat dan memiliki pengetahuan tentang perairan sekitar.

Setelah beberapa jam berselancar dan bersenangsenang di bawah sinar mentari, kami kembali ke dek KM Nauli untuk menikmati seafood: ikan bakar, udang, cumi goreng, dan beragam sayur, nasi goreng dan beberapa jenis sambal, semuanya disiapkan di kapal oleh staf dapur. Untuk minumannya, jangan lupa membelah kelapa yang baru dipetik dan meminum airnya yang manis. Ditemani air kelapa, panorama yang indah dengan terpaan angin di wajah, kehangatan mentari dan suara ombak memecah karang, dijamin, stres yang Anda rasakan langsung hilang.

_SCP6302_SCP6239Berikutnya adalah Pulau Mursala, yang katanya menjadi inspirasi lokasi film Skull Island pada semifinal Hollywood film King Kong tahun 1933. Mursala, pulau terbesar yang letaknya tak jauh dari Teluk Sibolga ini juga menjadi lokasi syuting film Indonesia yang berjudul sama dengan nama pulau ini tahun 2013. Begitu kami mendekat, mulai tampak hutan yang lebat, tebing tinggi dan air terjun setinggi 35 meter, tak heran jika kecantikan alam yang masih murni dari pulau ini dapat menginspirasi seorang pembuat film.

Pemandangan Air terjun Mursala ini sungguh tak terlupakan begitu Anda melihatnya, objek wisata yang merupakan ikon pulau ini. Sumber airnya adalah sungai terpendek di Indonesia, yang mengalir sepanjang 700 meter sebelum airnya jatuh dari tebing granit setinggi 35 meter dan menuju ke laut. Sungguh, pemandangan tersebut persis seperti salah satu adegan di film King Kong.

The on-board chef is always ready to prepare a hot meal for everyone on board.

The on-board chef is always ready to prepare a hot meal for everyone on board.

Jika Anda tertarik untuk berenang di birunya air di bawah air terjun ini, jangan lupa kenakan jaket pelampung—airnya sangat dalam—dan terjunlah, dijamin Anda tidak akan menyesal. Saya sudah mencobanya. Di atas KM Nauli, saat perjalanan kembali ke kota untuk mengejar jadwal penerbangan, sesal yang saya rasakan hanya satu, yaitu harus meninggalkan tempat ini. Tapi bagaimanapun, saya bersyukur atas segala kenangan manis dan surga yang belum terjamah. Saya berharap dapat kembali mengunjungi pulau-pulau ini secepatnya.

Untuk artikel lengkap, silahkan lihat foto-foto dibawah ini:

Versi bahasa Mandarin:

Versi bahasa Jepang:

Untuk versi PDF, silahkan klik link ini: Garuda Jan 2015 Sibolga

Untuk majalah Colours lengkapnya silahkan kunjungi link DISINI.

—————————————————————–

If you need any freelance service (Photos and writing) from me , please contact me at: [email protected]